Revolusi bisnis tidak hanya terjadi di bisnis berbasis toko, tetapi juga di industri resto. Cloud Kitchens mendapat tempat di hati para konsumen negara-negara maju karena keunggulan dan kemudahannya, sebagai efek positif perkembangan jaman.
Eric Greenspan, a chef who has appeared regularly on the Food Network and opened and closed numerous restaurants, says in a short new documentary about cloud kitchens: “Delivery is the fastest growing market in restaurants. What started out as 10 percent of your sales is now 30 percent of your sales, and [the industry predicts] it will be 50 to 60 percent of a quick-serve restaurant’s sales within the next three to five years.
Model bisnis seperti Cloud Kitchens mendapat banyak penggemar terutama karena munculnya jasa delivery di banyak negara. Layanan GoFoods, GrabFoods, Shopeefood, dll, membuka cakrawala baru dalam berbisnis. Dan kini, bisnis makanan mendapatkan terobosan baru.
Seperti disebutkan di baris quote di atas, pertumbuhan pemesanan makanan menggunakan jasa delivery bertumbuh sangat signifikan, dari semula hanya 10%, saat ini sudah mencapai 30% dan akan mencapai 50% sampai 60%. Betapa sangat menggiurkan moda bisnis seperti ini, kan?
Baiknya, saya jabarkan secara langsung keuntungan dari Cloud Kitchens secara langsung.
- Biaya tempat usaha minimal. Tidak ada biaya sewa tempat atau modal lokasi yang sebelumnya dapat mencapai 70% total modal. Cloud Kitchens tidak membutuhkan tempat yang strategis dan luas. Cukup seluas dapur rumah anda dan tidak perlu ramai cukup terletak di jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor.
- Efisiensi tenaga kerja. Pengusaha Cloud Kitchens tidak perlu memperkerjakan tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan penyiapan produk (makanan yang dipesan). Berarti pengusaha Cloud Kitchens tidak perlu memperkerjakan: Pelayan pengantar makanan, petugas kebersihan, petugas keamanan, dll. Cukuplah Chef/ koki/ tukang masak, asisten koki (bila diperlukan) dan admin (yang menerima pemesanan dan mengelola etalase online).
- Rendahnya biaya awal. Cloud Kitchens meminimalisir biaya yang dikeluarkan pada saat awal pembukaan usaha. Tidak perlu menunggu lama sampai modal cukup besar untuk memulai bisnis ini. Pengusaha Cloud Kitchens tidak perlu mengeluarkan biaya besar seperti dekorasi, sewa tempat, belanja alat produksi, dan alat-alat makan, biaya untuk acara pembukaan, dll. Cukuplah dapur, peralatan masak yang sudah ada dan kemasan yang aman dan menarik, usaha Cloud Kitchens sudah bisa dibuka.
Kelebihan Bisnis Cloud Kitchens
Dikarenakan oleh sifat dari moda bisnis ini maka akan didapat kelebihan dari bisnis Cloud Kitchens, beberapa diantaranya adalah:- Kemudahan memulai bisnis. Dari sisi permodalan maka Cloud Kitchens tidak membutuhkan jumlah yang besar. Siapapun yang bisa masak asalkan dibekali pengetahuan yang tepat dapat memulai bisnis kulinernya sendiri dengan modal 'seadanya'. Karena rintangan pertama dan cukup besar bagi mereka yang ingin memulai bisnis kuliner ini adalah permodalan.
- Resiko minimal. Cloud Kitchens memberi kepada para pengusahanya resiko yang minimal, dikarenakan modal yang menyertai bisnisnya tidak besar maka kerugian maksimal yang menjadi resiko juga tidak besar.
- Bisnis yang fully adaptable and changeable. Maksud dari bisnis yang fully adaptable and changeable adalah pengusaha Cloud Kitchens dapat dengan mudah dan cepat menyesuaikan menu sesuai dengan selera pasar atau mengganti sama sekali menu makanan yang ditawarkan karena satu dan lain hal. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh usaha resto konvensional.
- Mudah menambah cabang. Ciri khas Cloud Kitchens yang meminimalkan biaya dan tempat memungkinkan pengusaha untuk membuka cabang dengan mudah dan cepat. Penambahan cabang diperlukan untuk meminimalkan biaya pengiriman yang memberatkan total biaya.
More about Cloud Kitchen >> DapurHub
Tugas:
Anda akan membangun bisnis kuliner bermitra dengan sebuah Cloud Kitchen (DapurHub). Buatlah sebuah Perencanaan Bisnis dari usaha yang akan Anda bangun.