Di dalam dunia pekerjaan yang terus berkembang. Dimana teknologi dalam berbagai bidang akan semakin maju, mesin akan semakin 'pintar', cepat dan murah dalam pengadaan dan pemeliharaan. pertanyaan di judul akan muncul, Apakah teknologi akan menggantikan manusia? Jelas tidak, akan tercipta sistem yang mengatur antara mesin atau teknologi dengan manusia yang semakin efisien. Tetapi untuk mencapainya akan banyak penyesuaian yang akan banyak kali memakan korban, terutama di pihak manusia.
Manusia tidak akan menjadi pemenang dalam bidang aritmatika atau kecepatan dalam melakukan berbagai keahlian, mesin akan semakin disempurnakan untuk unggul dari manusia di bidang-bidang tadi. Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat repetitif akan diganti dengan mesin atau perangkat lunak, dan manusia lebih diarahkan untuk memanfaatkan keunggulannya.
Lantas, apakah ini menandakan manusia akan tersingkir? Tentu saja tidak. Sebagai mahluk yang diciptakan dengan kesempurnaan dalam cara berpikir serta caranya untuk menyesuaikan diri. Manusia memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh mahluk lain ataupu teknologi yang adalah ciptaan manusia juga.
Keunggulan manusia atas mesin ada dalam beberapa poin di bawah ini, yaitu:
- Kreatifitas;
- Logika yang berdasar sudut pandang lebih luas dan dalam;
- Kemampuan beradaptasi.
Mari kita bahas satu persatu poin-poin di atas.
Kreatifitas
Sampai saat ini tidak ada algoritma yang dapat memetakan kreatifitas. Dan mungkin selamanya tidak akan sebuah mesin atau perangkat lunak mampu meniru ke'istimewa'an manusia ini.
Manusia bisa mencipta sebuah karya atau ide karena kemampuan berkreatifitas-nya.
Termasuk di dalam dunia pekerjaan, dalam banyak hal dibutuhkan kreatifitas. Dalam mencipta peluang baru, penyelesaian masalah maupun berbagai hal lain, kreatifitas adalah kuncinya, dan hanya manusia yang dapat melakukannya.
Logika yang berdasar sudut pandang lebih luas dan dalam
Logika atau ilmu pengetahuan suatu bidang belum tentu memberikan sebuah penyelesaian dari masalah yang timbul di bidang tersebut. Maka diperlukan sudut pandang atau referensi dari bidang lain, guna penyelesaian masalah tersebut. Sebagai contoh, dalam dunia hiburan,
Sejak abad pertengahan hiburan serupa drama hanya dibedakan dalam jalan cerita, pemain dan sutradara. Lalu sentuhan kreatifitas diberikan oleh manusia. Dimasukkan teknologi sehingga drama atau cerita rakyat bisa menjadi film yang bisa dinikmati oleh kalangan yang lebih luas. Dipadukan dengan ilmu pengetahuan, sehingga tercipta film-film imajinasi yang sangat terkenal. Semua ini hanya dimungkinkan oleh kreatifitas manusia.
Banyak lagi contoh nyata maupun yang sampai sekarang belum tersentuh, contoh: Penyakit kanker, berbagai logika dan ilmu kedokteran belum dapat memberikan penanganan yang paling ideal dengan tingkat keberhasilan di atas 90%, mungkin ilmu kedokteran perlu dipadukan dengan disiplin ilmu lain untuk memberikan solusi yang lebih baik untuk penyait kanker ini, tunggu sampai ada orang dengan kreatifitas khusus yang dari TUHAN.
Kemampuan beradaptasi
Kemampuan ini mungkin yang paling terlihat jelas, karena dibandingkan langsung dari sebuah mesin atau perangkat lunak yang diciptakan khusus untuk tugas tertentu.
Walaupun dirancang khusus untuk tugas tertentu tetapi perubahan-perubahan akan membuat mesin atau perangkat lunak menjadi rusak atau menimbulkan kesalahan. Sebuah perangkat lunak akuntansi tidak mampu melakukan pembaruan secara sendiri atas peraturan-peraturan baru pemerintah yang baru dikeluarkan.
0 Comments